Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Tuesday, July 12, 2022

7 Pertanyaan seputar puasanya anak-anak

 



Punya anak yang mau ikut Puasa ? itu anak baik!

Punya anak yang banyak bertanya? Itu Itu anak cerdas!.

Berbahagialah jika anak dengan sendirinya mau ikut puasa atau bertanya langsung pada orang tuanya hal-hal tentang puasa. Puasa tentu menjadi hal yang baru bagi anak-anak terutama dari bergesernya waktu makan sampai menghitung hari menuju lebaran asyek. Anak sebenarnya belum diwajibkan menjalankan puasa namun pembiasaan sejak dini adalah hal yang sangat baik dilakukan oleh orang tua sebelum mereka baligh.

 

Ada beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan kebanyakan anak-anak ketika meraka mulai mengikuti jelak orang tuanya dalam menjalankan puasa. Apa saja itu ?

 

1.      Bolehkan saya puasa beduk ?

 

Puasa beduk adalah sesebutan yang dipakai puasanya anak-anak yang waktu dhuhur mereka sudah berbuka puasa kemudian melanjutkan puasa lagi sampai azan mahrib. Dilihat dari syarat dan rukun puasa tentu tidak ditemukan  puasa hanya sampai dhuhur namun untuk pembiasaan hal ini biasa dilakukan oleh orang tua untuk anak-anaknya.

 

Sebenarnya pembatasan makan sampai dhuhur ini tidak menjadi hal yang harus dilakunan oleh orang tua diawal anak mencoba belajar untuk berpuasa.  Orang tua mestinya juga melihat kadar kemampuan seorang anak dalam menahan lapar. Alangkah baik jika tahapan dilakukan misalkan jika mereka sudah terbiasa jam  12 siang buka puasa esok hari ditambah jam 1 siang esok hari jam 2 siang dan seterusnya sampai anak benar-benar mampu sampai mahrib.

 

2.      Saya tidak puasa bolehkan ikut berbuka puasa ?

 

Namanya juga anak-anak lihat orang makan ya ingin makan  juga he he…. Apalagi saat buka puasa dibulan ramadhan seperti sekarang ini malah terkadang anak lebih dahulu disiapkan menu bukanya dari pada yang puasa. Dalam memontum seperti inilah paling tidak anak sudah bisa merasakan bagian dari puasa dan bersama-sama orang tua mereka berdoa bersama saat buka puasa.

 

3.      Menangis apakah membatalkan puasa ?

 

Entahlah mengapa mereka bisa bertanya seperti ini. Mungkin juga mereka mendengar dari teman atau juga ada sebagian orang tua yang menakut-nakuti anaknya yang sedang rewel agar tidak boleh menangis saat puasa yang berakibat batal puasanya.

Seperti yang kita ketahui salah satunya  yang membatalkan puasa adalah memasukan benda cair ataupun padat pada lubang anggota badan seperti mulud dalan lain-lainya. Jika hanya menangis tentu tidak mengapa tapi bila menangis kemudian dijilatin air matanya he.he…. tentu beda ceritanya.

 

 

4.         Berkumur saat puasa beloh tidak ?

 

Pernyaan ini meskipun banyak ditanyakan anak-anak tapi orang tuapun masih banyak yang bertanya-tanya he.he… Idealnya sebelum azan subuh kita sudah berkumur dan membersihkan mulut dengan gosok gigi namun tidak semua bisa memiliki kesempatan yang sama.

Bila kita membaca kitab-kitab fiqih tentunya banyak pendapat yang ditemukan tapi yang mashur adalah tetap diperbolehkan berkumur saat puasa namun ketika sudah waktu dhuhur makruh hukumnya

 

5.      Saya gak saur boleh enggak puasa ?

 

Yang dewasa saja susah dibangunin apalagi anak-anak he he… mungkin itu biasa terjadi dibanyak tempat. Beruntungnya sahur bukan menjadi rukun dari puasa seperti niat yang harus dilakukan malam hari namun masuk dalam kesunahan dalam berpuasa sehingga bila dalam satu kesempatan kesiangan dan tidak sahur ya tidak masalah apalagi anak-anak yang baru latihan puasa.

 

 

6.      Mandi dikali kemasukan air gimana puasanya ?

 

Menunggu waktu azan mahrib akan lama bila ditunggu tanpa aktifitas terutama bagi anak-anak. Bagi sebagian mereka yang tinggal dipedesaan kerap aktifitas mandi dikali atau rawa menjadi salah satu kegiatan mengisi waktu menunggu azan mahrib. Apa pula sebagian mereka yang hanya belama-lama dikamar mandi disaat suasana begitu panas.

 

Bila aktifitas seperti mandi dilakun secara normal kemudian adahal yang tidak disengaja masuk tentu tidak tidak mengapa namun bila aktifitas tersebut terlalu berlebihan seperti mandi yang terlalu lama yang mengakibatkan masuknya sesuatu dilamam tubuh kita ini yang harus dihindari.

 

1.      Lupa makan gimana puasa saya ?

 

Ya Alhamdulilah….. berarti Allah memberi kita rizqi. Hal yang wajar terjadi dimana dalam sebelas bulan anak-anak tebiasa dengan makan dan minun secara teratur disetiap harinya. Sebenarnya bukan saja anak orangtuapun tidak luput dari lupa saat puasa. Tapi bener-bener lupa ya… jika anak kita lupanya makan satu piring, terus minum, terus beli eskrim dan engmil seneck 5 bukus wah itu lupanya diragunakan

MASJID MULAI SEPI DARI KAUM MUDA

 

"Masjid seharusnya tidak  hanya dilihat dari sisi spiritual namun juga sosial, oleh karna itu harusnya (masjid-mushola) menimbulkan dampak terhadap kehidupan sosial yang lebih baik."

 

Sebagai tempat ibadah semua orang islam masjid diharusnya diisi dari semua kalangan baik  anak-anak, remaja, hingga lanjut usia. Namun dalam kenyataan belakangan ini, yang terlihat dimasjid hanya diisi oleh kalangan bapak/ibu dan orang-orang lanjut usia dan hanya menyisakan sedikit dari anak muda. Padahal secara fisik anak muda tentu lebih kuat ketimbang orang-orang lansia.

Memang masih ada remaja yang menyepatkan diri kemasjid. Namun biasanya hanya ketika ada suatu acara atau pengajian. Selebihnya seperti adzan, membersihkan masjid dikembalikan ke marbot atau pengurus masjid yang notabene juga sudah berumur. Saat shalat 5 waktu sehari-hari pun jarang di isi oleh para pemuda  yang ikut shalat jamaah di masjid.

Sebenarnya tidak serta merta berburuk sangka terkait hal itu. Tidak semua remaja hanya disibukan dengan HP, Geam, dan berbagai amplikasi yang membuat lupa saat azam berkumandang namun mereka sibuk dengan banyak pekerjaan, sedang sakit, sekolah, dal lain-lain sehingga membuatnya untuk tidak sempat pergi ke masjid. Tentu hal tersebut kembali lagi pada urusan dia dengan Allah subhanahu wa taala. Namun diluar itu, sebagai kita seorang muslim dianjurkan untuk shalat berjamaah di masjid.

Dalil dianjurkannya shalat jamaah ini terdapat dalam Al-Qur’an surat al-Nisa’ ayat 102:

 

Artinya: Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu.

Kata   فَلْتَقُمْ  yang artinya ‘maka hendaklah berdiri (shalat)’ dijadikan dalil diperintahkannya shalat secara berjamaah. 

Ulama bersandar kepada hadits Nabi tentang keutamaan shalat jamaah, yakni sebanding dengan 27 derajat.

 

Artinya: Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Shalat berjamaah lebih utama dari pada shalat sendiri, sebanding dengan 27 derajat. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar, sedang Imam Bukhari dari riwayat Abi Sa’id al-Khudzri menyebutkan ‘sebanding dengan 25 derajat’. (Imam Taqiyuddin Abi Bakr bin Muhammad al-Husaini, Kifayatul Akhyar. Surabaya. Dar al-Jawahir. t. Th. 107. Lihat juga matan hadits, Abi ‘Abdillah bin Isma’il  al-Bukhari. Shahih Bukhari. Damaskus. Dar Ibn Kathir, 2002. halaman: 162-163).

Dari  sebuah Survei CSRC ini dilakukan di 7 kota Indonesia yang mewakili corak keberagaman muslim yang berbeda. memang tidak bisa mengklaim bahwa semua masjid telah dijauhi milenial dan dianggap tidak menarik dakwahnya. Namun asumsi tersebut juga tidak bisa dikesampingkan.

Data yang muncul bahwa terdapat banyak dakwah di masjid tidak berhubungan dengan persoalan kalangan milenial yang sedang mencari identitas yang dihadapi sehari-hari.

Sebagai contoh khutbah Jumat dalam setiap minggunya seharusnya dijadikan sebagai ajang literasi keagamaan, membentuk karakter anak-anak muda ini ke arah yang lebih baik, lebih positif, lebih konstruktif buat lingkungannya

Disisi lain pula mereka sedang gandrung terhadap suasana spiritualitas, keberagaman yang tidak bersifat monoton tetapi betul-betul memberikan satu rasa kebahagiaan dan kepuasan spiritual yang sesuai dengan harapan dan kehidupan anak-anak muda sekarang ini.

Sebagai catatan terahir bagai manapun kita harus bersama-sama mengetahui bahwahi bahwa masjid pada zaman Nabi Muhammad digunakan untuk berbagai keperluan, yaitu: ibadah, pertemuan umat Islam, pengembangan pengetahuan/pendidikan, tempat baitul mall, tempat penyelesaian perkara, pengumuman masalah sosial, menyalatkan orang meninggal, dan penginapan bagi musafir (Gazalba 1983: 121, 126-130).

Saturday, October 28, 2017

Tiga Tips Lebih Nyaman Dengan WhatsApp



Cara agar Foto, Vidio tidak langsung tersimpan, Merubah penampilan Format Huruf dan penyebutan nama

WhatsApp adalah salah satu aplikasi pesan untuk smartphone dengan basic mirip  BlackBerry. WhatsApp pada November 2010 menempati posisi peringkat ke 3 amplikasi paling laris yang diunduh.

Di Indonesia meskipun belum setenar Fecebook, BlackBerry, instagram namun WhatsApp mulai banyak digunakan terlebih karena penggunaan WhatsApp lebih simple dan relative mudah.

Sedikit berbicara tentang menggunakan WhatsApp dan media social lain sebenarnya seperti dua mata pisau yang tidak dapat dipisahkan, disatu sisi media social jika tidak digunakan dengan baik maka menimbulkan dampak negatif namun  disisi lain media social juga bisa kita gunakan dalam hal positif seperti saling mengiatkan dalam kebaikan, sarana pembelajaran, bersilaturrahmi, membentuk group ataupun komunitas penggiat social dll…

1.      1. Cara agar Foto, Vidio dari WhatsApp tidak langsung tersimpan dimemori

Bagi sahabat-sahabat yang punya banyak temen dan group terkadang saking banyaknya foto dan video yang diunggah maka memenuhi memori dan ahir HP pun jadi lelet atau bahkan tidak bisa untuk membuka amplikasi.
Tidak perlu hawatir ada cara agar foto dan video tidak langsung masuk kemenori kita..

Langkah pertama adalah buka amplikasi WhatsApp buka pengaturan " kolom hijau dalam gambar"

langkah kedua klik setelan




langkah ketiga klik penggunaan data

langkah ke empat klik dilingkaran hijau

langkah terahir hilangkan ceklis pada Foto dan sisakan ceklis pada dokumen 
selesai.


2. Cara Merubah penampilan Format Huruf
WhatsApp kini bisa menampilkan huruf dalam format tebal (bold), miring (italic), dan dicoret (strike through). Anda bisa melakukannya dengan cara memasukkan karakter khusus sebelum dan setelah kata yang ingin diformat.
Agar menjadi tebal, gunakan tanda bintang (*) di antara *kata yang diinginkan*. Bila ingin membuatnya miring, gunakan tanda underscore  (_) di antara _kata yang diinginkan_, dan bila ingin membuat kalimat dicoret (strike through), gunakan tanda ~ di antara ~kata yang diinginkan~.   


3. Cara penyebutan nama


menyebut nama atau Cara mention teman di WhatsApp bisa dilakukan dengan mengetik "@" diikuti nama orang/username yang ingin disebut (tinggal dipilih, ketik huruf awal namanya bila perlu, cek screenshot pertama). Untuk membedakan dengan isi pesan, warna teks dari username yang disebut akan berubah menjadi biru

semoga bermanfaat